Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Malam yang Memikat

"Setidaknya malam tak pernah ingkar. Dia pasti datang. Kurasa ini alasan bintang mencintai malam. Rembulan pun tulus menyinarinya. Ku harap kau pun sama." ~a wise man . . . . Tak semua mampu menikmati indahnya sang malam yang penuh makna. Hanya mereka yang terpilih untuk bersabar setelah merasakan hujan, panas dan badai. . Seperti yang kau katakan. Malam yang tak pernah ingkar itu semakin memikat diwaktu akhir, hanya untuk mereka pengagum 1/3 malam yang dinginnya menusuk. . Akankah yang membaca menjadi salah satu yang cukup sabar untuk menanti sejak mentari terbit hingga ia tenggelam, lalu terjaga dengan melangitkan harapannya di akhir malam?

Lagi-Lagi Lisan

Lagi-lagi lisan Menjadi penyebab tersakitinya seseorang. Sudah berapa hati yang kau lukai wahai lisan? Apakah sesalah itu yang mereka lakukan padamu? Apakah ketidaksengajaan mereka tidak bisa dimaafkan? Ataukah ini tentang ucapanmu yang terlalu cepat menilai orang lain. Ketika nanti ucapan maafmu tak lagi berguna. Barulah perasaan bersalah menjejali menyiksa ruang hatimu. Bogor, 2017 -Er